Blurb
suatu malam, Major, si babi tua yang bijaksana, mengumpulkan para binatang di peternakan untuk bercerita tentang mimpinya. Setelah sekian lama hidup di bawah tirani manusia, Major mendapat visi bahwa kelak sebuah pemberontakan akan dilakukan binatang terhadap manusia; menciptakan sebuah dunia di mana binatang akan berkuasa atas dirinya sendiri
Tak lama, pemberontakan benar-benar terjadi. Kekuasaan manusia digulingkan di bawah pimpinan dua babi cerdas: Snowball dan Napoleon. Namun, kekuasaan ternyata sungguh memabukkan. Demokrasi yang digaungkan perlahan berbelok kembali menjadi tirani di mana pemimpin harus selalu benar. Dualisme kepemimpinan tak bisa dibiarkan. Salah satu harus disingkirkan ... walau harus dengan kekerasan.
Animal Farm merupakan novel alegori politik yang ditulis Orwell pada masa Perang Dunia II sebagai satire atas totaliterisme Uni Soviet. Dianugerahi Retro Hugo Award (1996) untuk novela terbaik dan Prometheus Hall of Fame Award (2011), Animal Farm menjadi mahakarya Orwell yang melejitkan namanya.
Sinopsis
Animal Farm merupakan sebuah novela yang mengusung tema klasik. Novel dengan penokohan hewan ini tidak lekang oleh waktu karena konflik di dalamnya tetap relate dengan kehidupan saat ini. Novel ini kerap disebut novela karena hanya memiliki tebal 142 halaman, namun memiliki efek luar biasa kepada pembaca.
Novel ini memiliki 10 BAB yang tentunya setiap bab membahas satu topik tertentu. Dimulai dari mimpi yang dialami oleh Major tentang kebebasan mereka di sebuah peternakan. Bisa kita bayangkan betapa fantasinya novel ini, sayangnya konflik yang diangkat adalah sesuatu yang kerap dilakukan oleh manusia. Cerita Major tentang mimpinya ternyata membangkitkan semangat bagi seluruh hewan di peternakan. Tentunya bagi Major juga. Semangat terus mereka kobarkan dan selalu mencari cara bagaimana mereka benar-benar bebas dari kungkungan sang pemilik peternakan.
Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil. Suatu malam, dua babi di peternakan Manor itu akhirnya bisa mengusir pasangan sang pemilik peternakan. Kebebasan dirayakan, dan dua babi pahlawan itu dijadikan pemimpin, yaitu Snowball dan Napoleon. Dengan cepat Snowball mengatur jalannya kehidupan di peternakan. Mereka menghasilkan dan membuat makanan untuk diri mereka sendiri, dan bersenang-senang untuk diri mereka sendiri. Sesaat, kebebasan dan ketentraman hidup yang mereka idamkan sejak dulu akhirnya tercapai.
Namun, Harta, tahta dan kemewahan memang benar-benar melenakan. Suatu hari karena sifat iri dan dengki, seekor babi mengambil alih kepemimpinan. Fitnah dan tuduhan mulai dilancarkan agar hanya dirinyalah satu-satunya hewan yang pantas untuk dijadikan pemimpin. Kehidupan peternakan perlahan berubah. Ketakutan dan prasangkan muncul setiap hari, hingga ketenangan hidup yang mereka idamkan bukan lagi hal yang penting. Di tengah-tengah kehidupan seperti itu, beberapa hewan tetap patuh dengan aturan peternakan dan berusaha bekerja sebaik mungkin hingga titik darah penghabisan.
Banyak sekali nasehat yang bisa kita peroleh dari buku ini.
