“Cara terbaik untuk menyenangkan diri sendiri adalah melakukan apa yang benar dan tidak membenci siapapun. Tujuan agama bukanlah mengajari kita cara untuk mati, tetapi cara untuk hidup” (Agnes Grey)
Judul : Agnes Grey
Penulis: Anne Bronte
Jml halaman : 294 hlm
Penerbit : Qanita
Novel klasik terjemahan ini bercerita tentang
seorang gadis bernama Agnes Grey. Agnes adalah putri seorang pendeta gereja. ibunya adalah putri seorang bangsawan yang 'dibuang'. Keluarga Agnes bisa dibilang kekurangan. Karena itulah mereka hidup seakan menyembunyikan diri dari masyarakat. Agnes memiliki keinginan untuk menjadi pengasuh anak dan guru. meski cita-citanya mendapat tentangan dari orang tuanya, akhirnya mereka meluluskan keinginan Agnes Juga. Keinginannya untuk mendidik sangat
besar sehingga ia rela keluar dari rumahnya hanya untuk mengajar anak seorang tuan tanah
yang sangat nakal. Meski ia sering menemui kesulitan dan tantangan,
bahkan cemoohan ketika melakukan tugasnya sebagai seorang guru, ia tidak patah
semangat. Ia terus mendidik anak yang bisa menerima pengajarannya. Ia sangat
yakin dengan keyakinan dan cita-citanya. Beberapa kali ia nerpindah tempat
mengajar karena orang tua murid yang tidak suka dengan sikap Agnes yang tegas
terhadap anak-anak, tapi ia akhirnya menemukan murid yang mencintainya dan bisa
menerima pelajarannya dengan gembira.
Agnes Grey memiliki plot yang sangat lambat.
Khas novel klasik barat, penulis menggambarka segala sesuatunya dengan detail.
Setting tempat yang berlangsung di daratan Britania, pada zaman dahulu, serta perasaan
tokoh dan setiap adegan dengan detail. Agnes sendiri adalah seorang gadis yang
memiliki kemauan yang kuat, berprinsip dan cerdas. Ia tahu setiap resiko yang
ia ambil dan ia rela dipandang buruk oleh orang lain hanya agar anak-anak
mendapatkan pendidikan yang mereka butuhkan. Dan ibu Agnes, adalah seorang yang
lemah lembut dan penyayang. Ia selalu mengkhawatirkan Agnes ketika ia sedang
bertugas. Tapi ia juga sangat mendukung cita-cita Agnes.
Saya suka sekali dengan pesan yang disampaikan
di novel ini. Ketangguhan Agnes Grey selalu mendorong saya agar selalu
memberikan pendidikan terbaik untuk murid-murid saya. Agnes Grey masih sangat
muda ketika ia memutuskan untuk menjadi pengajar waktu itu. ia bisa saja
menikmati masa mudanya dengan bercengkrama
dengan teman sebaya atau mengambil kursus etika atau kursus menjahit
pada saat itu. Namun ia memilih untuk mengajar anak-anak. Sedangkan pada saat
ini, menjadi guru adalah profesi kesekian yang dipilih oleh anak muda. Guru
bukanlah profesi favorit jika tidak ada pilihan untuk menjadi pegawai negeri.
Novel klasik ini merupakan salah satu karya
dari Bronte bersaudara yang fenomenal dengan beberapa karyanya. Sebagai penyuka
novel klasik terjemahan, saya selalu ingin membabat semua karya novelis klasik
luar negeri. Bukannya tidak suka dengan karya lokal, karya luar negeri
memberikan saya warna baru, wawasan baru dan pandangan berbeda dari sebuah
novel. Kedetailan mereka menggambarkan semua kondisi tokoh membuat saya belajar
banyak. Itulah kenapa saya memilih novel ini.
Karya Anne Bronte ini merupakan karya yang
harusnya di baca banyak orang. Mereka harus melihat bagaimana kuatnya Agnes
Grey berjuang agar anak-anak mendapat pendidikan. Pada masa klasik di negeri
Inggris, para keluarga berada bahkan lebih memilih menempatkan anaknya di
sekolah tata krama dari pada mempelajari ilmu pengetahuan. Agnes Grey rela
dicemooh oleh seorang tuan tanah karena ia melarang muridnya keluar sebelum ia
menyelesaikan tugas.
Saya merekomendasikan novel ini untuk semua
anak muda atau dewasa yang ingin membaca novel inspiratif dan kaya akan pesan
kehidupan.
Apa kamu sudah membacanya? Bagaimana
pendapatmu?