daftar

sinopsis buku Animal Farm karya George Orwell

 Blurb

suatu malam, Major, si babi tua yang bijaksana, mengumpulkan para binatang di peternakan untuk bercerita tentang mimpinya. Setelah sekian lama hidup di bawah tirani manusia, Major mendapat visi bahwa kelak sebuah pemberontakan akan dilakukan binatang terhadap manusia; menciptakan sebuah dunia di mana binatang akan berkuasa atas dirinya sendiri

Tak lama, pemberontakan benar-benar terjadi. Kekuasaan manusia digulingkan di bawah pimpinan dua babi cerdas: Snowball dan Napoleon. Namun, kekuasaan ternyata sungguh memabukkan. Demokrasi yang digaungkan perlahan berbelok kembali menjadi tirani di mana pemimpin harus selalu benar. Dualisme kepemimpinan tak bisa dibiarkan. Salah satu harus disingkirkan ... walau harus dengan kekerasan. 

Animal Farm merupakan novel alegori politik yang ditulis Orwell pada masa Perang Dunia II sebagai satire atas totaliterisme Uni Soviet. Dianugerahi Retro Hugo Award (1996) untuk novela terbaik dan Prometheus Hall of Fame Award (2011), Animal Farm menjadi mahakarya Orwell yang melejitkan namanya.


Sinopsis

Animal Farm merupakan sebuah novela yang mengusung tema klasik. Novel dengan penokohan hewan ini tidak lekang oleh waktu karena konflik di dalamnya tetap relate dengan kehidupan saat ini. Novel ini kerap disebut novela karena hanya memiliki tebal 142 halaman, namun memiliki efek luar biasa kepada pembaca.

Novel ini memiliki 10 BAB yang tentunya setiap bab membahas satu topik tertentu. Dimulai dari mimpi yang dialami oleh Major tentang kebebasan mereka di sebuah peternakan. Bisa kita bayangkan betapa fantasinya novel ini, sayangnya konflik yang diangkat adalah sesuatu yang kerap dilakukan oleh manusia. Cerita Major tentang mimpinya ternyata membangkitkan semangat bagi seluruh hewan di peternakan. Tentunya bagi Major juga. Semangat terus mereka kobarkan dan selalu mencari cara bagaimana mereka benar-benar bebas dari kungkungan sang pemilik peternakan.

Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil. Suatu malam, dua babi di peternakan Manor itu akhirnya bisa mengusir pasangan sang pemilik peternakan. Kebebasan dirayakan, dan dua babi pahlawan itu dijadikan pemimpin, yaitu Snowball dan Napoleon. Dengan cepat Snowball mengatur jalannya kehidupan di peternakan. Mereka menghasilkan dan membuat makanan untuk diri mereka sendiri, dan bersenang-senang untuk diri mereka sendiri. Sesaat, kebebasan dan ketentraman hidup yang mereka idamkan sejak dulu akhirnya tercapai.

Namun, Harta, tahta dan kemewahan memang benar-benar melenakan. Suatu hari karena sifat iri dan dengki, seekor babi mengambil alih kepemimpinan. Fitnah dan tuduhan mulai dilancarkan agar hanya dirinyalah satu-satunya hewan yang pantas untuk dijadikan pemimpin. Kehidupan peternakan perlahan berubah. Ketakutan dan prasangkan muncul setiap hari, hingga ketenangan hidup yang mereka idamkan bukan lagi hal yang penting. Di tengah-tengah kehidupan seperti itu, beberapa hewan tetap patuh dengan aturan peternakan dan berusaha bekerja sebaik mungkin hingga titik darah penghabisan.

Banyak sekali nasehat yang bisa kita peroleh dari buku ini. 

0

Daun; Ayam Petelur yang Berani Mewujudkan Mimpinya

"kau harus melakukan hal yang kau inginkan. coba tanya pada dirimu, apa yang kau inginkan (daun)"
Judul : The Hen Who Dreamed She Could Fly
Penulis : Hwang Sun Mi
Penerbit : Penerbit Haru
Tahun terbit : 2020
Tebal : 209 hlm



SINOPSIS 
Buku "The Hen Who Dreamed She Could Fly" berkisah tentang seorang ayam petelur yang menamai dirinya sendiri Daun, yang berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya yang bisa dibilang aneh. Pertama keinginannya yang paling mustahil adalah ia ingin keluar dari kandang peternak ayam dan mengerami sebuah telur. Berbagai usaha ia lakukan hingga hampir meninggal, namun ia akhirnya berhasil keluar dari kandang dan mengerami sebuah telur hingga membesarkan anaknya. Terakhir, ia ingin terbang seperti kawanan bebek yang tinggal di sekitarnya, seperti jambul hijau, anaknya. Namun, itu tentu mustahil karena sayapnya tidak digunakam untuk terbanh tinggi. Ia pun akhirnya memilih jalannya sendiri.

Buku ini adalah cerita fabel pertama yang saya baca ketika dewasa. Ada beberapa alasan ketika saya memutuskan untuk membaca buku ini. Ya, salah satu yang paling mempengruhi adalah komentar Eka Kurniawan yang tersemat cantik di sampul buku. Yang lainnya, saya tertarik karena judul buku yang memancing rasa penasaran. Selain itu, kisah kehidupan ayam adalah salah satu ekosistem yang dekat dengan lingkungan saya. Saya penasaran bagaimana penulis bisa mengimajinasikan ide sederhana itu menjadi sebuah kisah menarik yang membuat pembaca menitikkan air mata. Meski membutuhkan waktu agak lama karena cukup membosankan, saya akhirnya bisa menyelesaikan kisah Daun dengan perasaan haru. Kenapa saya bilang membosankan? Karena ayam merupakan salah satu hewan yang paling sering saya jumpai di lingkungan saya, saya sangat paham kebiasaan, siklus hidup, makanan dan cata hidup mereka. Tapi yang menarik adalah, penulis bisa meramu kisah seekor ayam petelur ini dengan menarik.

bercerita tentang seekor ayam petelur bernama Daun, yang ingin terbebas dari rutinitas menghasilkan telur setiap harinya. ia ingin menetaskan telurnya. impiannya itu diawali dengan usahanya membebaskan diri dari kandang ayam yang selama ini mengurungnya. banyak sekali cobaan yang harus ia lalui, seperti menunggu kandang terbuka tanpa pengawasan si tuan rumah sampai menunggu tuan rumahnya lengah, karena ia tau baywa ayam itu ingin keluar.

tapi, ketika ia telah bisa keluar dari kandang, ia tak tahu bahwa bahaya di luar kandang sedang menunggunya. banyak hewan lain yang bisa sewaktu-waktu memangsanya. ia tak bisa tidur dan lelah karena terus diusir dan diejek oleh hewan-hewan ternak lain. sampai klimaksnya, ia harus rela bertahan di tempat pembuangan karena hampir mati. ketika akhirnya ia bisa bertahan dan hidup kembali, dia menemukan semangat hidup karena menemukan sebuah telur. ia merawat dan membesarkan hingga telur itu menetas. di masa depan, banyak bahaya yang harus ia hadapi karena ia tidak lagi hidup di kandang, tapi Daun paham akan resiko itu karena ia telah mendapat sesuatu yang ia inginkan.

kisah Daun yang bertahan dan meraih mimpinya, memiliki banyak insight.selain perjuangannya yang penuh dengan effort, sikap si ayam petelur ini dalam mengambil keputusan sangat mengaduk emosi pembaca. penderitaannya hampir mirip kisah televisi ketika aktor utamanya selalu sengsara. tapi keteguhan hatinya memikat hati. keptuusan yang ia ambil bisa dibilang mustahil, manusia saja kadang tidak yakin dengan usaha mereka sendiri. tapi ayam petelur ini begitu percaya dengan hal baik. hal baik yang ditempuh dengan jalan yang baik akan menghasilkan hasil yang membahagiakan.



0

HELLO, AUDIENS!

 


“Tak kenal maka tak sayang”

Pepatah unknow di atas pasti sudah tidak asing di telinga kamu kan?! Iyap. This is my page, halaman tempatku menumpahkan semua isi pikiranku yang kadang tidak beraturan. Ketika sudah terlalu penuh dan lelah dengan kehidupan, saya selalu ingin menulis. Menulis apapun yang bisa saya tulis.

Seperti yang kamu tahu dari nama halaman ini, saya adalah kutu buku yang menyukai bunga tulip. lebih detail, saya juga menyukai kopi dan musik dari berbagai genre. Saya bekerja di sebuah lembaga pendidikan swasta di bagian administrasi.

Apa saja yang akan kalian temui di halaman ini?

Sebagai seorang kutu buku, halaman ini akan berisi banyak review buku dan segala konteng tentang dunia buku, seperti genre buku favorit, rekomendasi buku, bookish wishlist, wrap up, topik yang diulas di sebuah buku atau novel dan penulis favorit. Selain itu akan ada konten tentang pendidikan karena background pekerjaanku di dunia pendidikan. Terakhir, akan ada konten tentang sejarah baik itu sejarah Indonesia ataupun dunia. Mengapa ada konten sejarah? Kadang saya merasa miris sendiri ketika tahu bahwa anak-anak sekarang tidak tahu banyak tentang sejarah bangsa Indonesia. Padahal itu semua sangat penting untuk membangun karakter diri mereka dan rasa nasionalisme.

Sejujurnya, aku masih belajar dalam dunia tulis menulis dan blogging. Jadi jangan ragu untuk memberikan kritik, saran, serta usulan topik tentang hal-hal di atas jika kamu ingin saya mengulasnya.

See you on other page, happy reading!

0

Agnes Grey; Gadis yang Rela Mengorbankan Masa Mudanya Untuk Menjadi Guru.

Cara terbaik untuk menyenangkan diri sendiri adalah melakukan apa yang benar dan tidak membenci siapapun. Tujuan agama bukanlah mengajari kita cara untuk mati, tetapi cara untuk hidup” (Agnes Grey)

Judul : Agnes Grey

Penulis: Anne Bronte

Jml halaman : 294 hlm

Penerbit : Qanita

Novel klasik terjemahan ini bercerita tentang seorang gadis bernama Agnes Grey. Agnes adalah putri seorang pendeta gereja. ibunya adalah putri seorang bangsawan yang 'dibuang'. Keluarga Agnes bisa dibilang kekurangan. Karena itulah mereka hidup seakan menyembunyikan diri dari masyarakat. Agnes memiliki keinginan untuk menjadi pengasuh anak dan guru. meski cita-citanya mendapat tentangan dari orang tuanya, akhirnya mereka meluluskan keinginan Agnes Juga. Keinginannya untuk mendidik sangat besar sehingga ia rela keluar dari rumahnya hanya untuk mengajar anak seorang  tuan tanah  yang sangat nakal. Meski ia sering menemui kesulitan dan tantangan, bahkan cemoohan ketika melakukan tugasnya sebagai seorang guru, ia tidak patah semangat. Ia terus mendidik anak yang bisa menerima pengajarannya. Ia sangat yakin dengan keyakinan dan cita-citanya. Beberapa kali ia nerpindah tempat mengajar karena orang tua murid yang tidak suka dengan sikap Agnes yang tegas terhadap anak-anak, tapi ia akhirnya menemukan murid yang mencintainya dan bisa menerima pelajarannya dengan gembira.

Agnes Grey memiliki plot yang sangat lambat. Khas novel klasik barat, penulis menggambarka segala sesuatunya dengan detail. Setting tempat yang berlangsung di daratan Britania, pada zaman dahulu, serta perasaan tokoh dan setiap adegan dengan detail. Agnes sendiri adalah seorang gadis yang memiliki kemauan yang kuat, berprinsip dan cerdas. Ia tahu setiap resiko yang ia ambil dan ia rela dipandang buruk oleh orang lain hanya agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang mereka butuhkan. Dan ibu Agnes, adalah seorang yang lemah lembut dan penyayang. Ia selalu mengkhawatirkan Agnes ketika ia sedang bertugas. Tapi ia juga sangat mendukung cita-cita Agnes.

Saya suka sekali dengan pesan yang disampaikan di novel ini. Ketangguhan Agnes Grey selalu mendorong saya agar selalu memberikan pendidikan terbaik untuk murid-murid saya. Agnes Grey masih sangat muda ketika ia memutuskan untuk menjadi pengajar waktu itu. ia bisa saja menikmati masa mudanya dengan bercengkrama  dengan teman sebaya atau mengambil kursus etika atau kursus menjahit pada saat itu. Namun ia memilih untuk mengajar anak-anak. Sedangkan pada saat ini, menjadi guru adalah profesi kesekian yang dipilih oleh anak muda. Guru bukanlah profesi favorit jika tidak ada pilihan untuk menjadi pegawai negeri.

Novel klasik ini merupakan salah satu karya dari Bronte bersaudara yang fenomenal dengan beberapa karyanya. Sebagai penyuka novel klasik terjemahan, saya selalu ingin membabat semua karya novelis klasik luar negeri. Bukannya tidak suka dengan karya lokal, karya luar negeri memberikan saya warna baru, wawasan baru dan pandangan berbeda dari sebuah novel. Kedetailan mereka menggambarkan semua kondisi tokoh membuat saya belajar banyak. Itulah kenapa saya memilih novel ini.

Karya Anne Bronte ini merupakan karya yang harusnya di baca banyak orang. Mereka harus melihat bagaimana kuatnya Agnes Grey berjuang agar anak-anak mendapat pendidikan. Pada masa klasik di negeri Inggris, para keluarga berada bahkan lebih memilih menempatkan anaknya di sekolah tata krama dari pada mempelajari ilmu pengetahuan. Agnes Grey rela dicemooh oleh seorang tuan tanah karena ia melarang muridnya keluar sebelum ia menyelesaikan tugas.

Saya merekomendasikan novel ini untuk semua anak muda atau dewasa yang ingin membaca novel inspiratif dan kaya akan pesan kehidupan.

Apa kamu sudah membacanya? Bagaimana pendapatmu?

0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com